Sepuluh Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memulai Pengajaran

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui sebelum Anda memulai pengajaran. Artikel ini diambil dari buku seri yang berjudul “Empowering the Beginning Teacher in Mathematics.”

  1. Guru adalah pekerjaan terbaik di dunia! Umumkan kepada dunia dan orang-orang di sekitar Anda, “Saya adalah seorang guru!” Banggalah untuk menjadi seorang guru.
  2. Anda akan membuat suatu kesalahan. Anda tidak akan dapat membatalkan kesalahan Anda. Akan tetapi menyesali itu semua secara berlarut-berlarut adalah tindakan yang sia-sia. Jika kesalahan Anda memerlukan permintaan maaf, lakukanlah dan teruslah melangkah maju. Tidak akan ada orang yang terus mengingat dan menilai kesalahan yang Anda perbuat.
  3. Suatu hari Anda akan menangis, dan kabar baiknya, suatu hari Anda akan tertawa! Belajarlah untuk tertawa kepada siswa Anda dan kepada diri Anda sendiri.
  4. Tidak ada orang yang dapat mengatur dan mengelola portofolio, proyek, jurnal, tulisan kreatif, dan assesmen siswa jenis lainnya pada waktu yang bersamaan dan dalam keaadaan yang normal! Memberikan semua jenis assesmen tersebut adalah hal yang tidak masuk akal jika Anda adalah seorang guru baru. Pilihlah beberapa jenis assesmen yang cocok dan dirasa Anda mampu untuk mengerjakannya. Buatlah inovasi assesmen pada tahun berikutnya.
  5. Anda tidak dapat menjadi guru yang kreatif di setiap pembelajaran. Anda akan dituntut kreatif dalam menjalani profesi keguruan. Akan tetapi ada kalanya Anda kehabisan ide untuk menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif. Carilah beberapa referensi yang dapat menginspirasi Anda, misalnya jurnal, artikel, buku teks, blog, dan sebagainya. Diskusikan ide kreatif yang telah Anda temukan kepada rekan seprofesi Anda, baik yang lebih senior ataupun junior.
  6. Tidak semua siswa atau wali murid akan menyukai Anda. Dan sebaliknya, Anda juga tidak mungkin akan menyukai semua siswa ataupun wali murid Anda. Keadaan ini sangatlah wajar. Profesi guru tidak mengharuskan Anda untuk menyukai semua siswa dan orang tuanya, akan tetapi untuk mengajar semua siswa tersebut. Siswa tidak memerlukan teman seusia Anda, yang mereka perlukan adalah fasilitator, pemandu, dan model suri teladan bagi mereka.
  7. Anda tidak harus menjadi sukarelawan bagi segalanya. Janganlah merasa bahwa Anda harus berkata iya untuk berpartisipasi pada semua hal. Cukuplah berkata, “Terima kasih telah mengingat saya, tetapi saya tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan tugas yang Anda berikan.” Tentunya, Anda harus menerima pekerjaan/tugas yang dibebankan kepada Anda jika Anda mampu untuk melaksanakannya. Tetapi ingat, Anda memiliki keterbatasan.
  8. Mengajar akan menjadi mudah. Mungkin bukan besok atau minggu depan, tetapi pada suatu waktu di satu tahun ajaran, pekerjaan mengajar Anda akan menjadi lebih mudah. Cobalah untuk mengingat hari pertama Anda berada di kelas. Apakah Anda grogi? Ya, tentunya semua guru telah mengalami itu semua. Akan tetapi di tahun depan, Anda dapat mengingat hari itu, dan sadarilah betapa banyaknya pelajaran yang telah Anda peroleh.
  9. Jika pembelajaran berlangsung dengan buruk, berhentilah. Jika Anda tidak berhasil dalam melaksanakan perencanaan yang telah Anda susun, berhentilah. Pakailah pendekatan pembelajaran yang lainnya. Kemudian belajarlah dari pengalaman tersebut, untuk memperbaiki pembelajaran yang akan datang.
  10. Tidak semua siswa akan terus tertarik di setiap menit. Tidak peduli begitu bagusnya Anda mengajar, Anda akan menemukan saat di mana tidak ada siswa yang begitu tertarik pembelajaran di kelas. Solusinya adalah dengan menambahkan volume suara Anda, bergerak keliling kelas, atau mengganti pengajaran dengan aktivitas lain. Mungkin Anda dapat menggunakan peraga atau model untuk meningkatkan pemahaman siswa, atau mungkin juga akan meningkatkan motivasi mereka.

Semoga bermanfaat, yos3prens.

Tentang Yosep Dwi Kristanto

Tahun 2012 memulai blogging untuk menyediakan sumber belajar matematika online, yang semoga dapat memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pengagum pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s