Diagram Kotak Garis

Diagram kotak garis merupakan diagram yang menyajikan nilai minimum, kuartil bawah, median, kuartil atas, nilai maksimum, dan jangkauan (range) dari suatu data. Diagram kotak garis berbentuk persegi panjang yang memiliki ekor yang menempel pada dua sisi yang berhadapan pada persegi panjang tersebut. Kedua ekor tersebut bisa berbeda panjangnya, namun jika panjangnya sama maka diagram itu dikatakan simetris. Sebaliknya jika kedua ekor itu berbeda panjangnya, itu berarti data condong ke satu arah. Biasanya ujung ekor kanan menyatakan nilai terbesar dan ujung ekor kiri menyatakan nilai terkecil dalam data.

Diagram Kotak Garis

Untuk memahami dalam membuat diagram kota garis dari data yang diberikan, perhatikan contoh berikut ini.

Berikut ini adalah data berat badan (dalam kg) dari 36 siswa yang dipilih secara acak dari sekolah tertentu.

Data Berat Badan

Untuk membuat diagram kotak garis dari data berat badan di atas, ditempuh langkah-langkah berikut.

  1. Urutkanlah data berat badan tersebut dari terkecil sampai terbesar.
    Data Berat Badan Terurut II
  2. Tentukanlah berat terkecil, berat terbesar, kuartil bawah, median, dan kuartil atas dari data tersebut. Setelah data diurutkan, diperoleh berat terkecil dan terbesarnya secara berturut-turut adalah 40 dan 75. Banyak data keseluruhannya adalah 36 sehingga letak kuartil bawahnya ada pada data ke (36 + 1)/4 = 9,25, yaitu terletak di antara data ke-9 dan 10. Sehingga Q1 merupakan rata-rata dari data ke-9 dan 10, yaitu Q1 = (x9 + x10)/2 = (47 + 50)/2 = 48,5. Sedangkan mediannya terletak pada data ke (36 + 1)/2 = 18,5, sehingga Q2 = (x18 + x19)/2 = (58 + 60)/2 = 59. Dan kuartil atasnya terletak pada data ke 3/4 ∙ (36 + 1) = 27,75 yaitu Q3 = (x27 + x28)/2 = (64 + 64)/2 = 64.

Berdasarkan informasi pada langkah kedua, diagram kotak garis dari data berat badan di atas akan terlihat seperti gambar di bawah ini.

Diagram Kotak Garis Berat Badan

Dengan memperhatikan diagram kotak garis di atas, beberapa informasi yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut.

  • Berat terbesar (75) lebih jauh ke Q3 (64) daripada berat terkecil (40) ke Q1 (48,5), artinya sebaran data cenderung ke kanan.
  • Dua puluh lima persen data terletak di antara berat terkecil (40) dengan Q1 (48,5), dan 25% data terletak di antara Q3 (64) dengan berat maksimum (75).
  • Kotak memuat 50% data, namun data antara Q1 dengan Q2 lebih menyebar dibandingkan dengan antara Q2 dengan Q3.

Semoga bermanfaat, yos3prens.

About these ads

Tentang Yosep Kristanto

Tahun 2012 memulai blogging untuk menyediakan sumber belajar matematika online, yang semoga dapat memberikan kontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Pengagum pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran.
Tulisan ini dipublikasikan di Kelas XI, Materi SMA dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s